Energizing Tuesday
Eyow helo gengs! Seperti biasa kita ketemu lagi di IT Corner hari Selasa. How’s your day, guys? Walaupun lagi classmeeting, semangatnya tetap jalan terus yaa.
Hari ini kita bakal bahas satu teknik yang sering banget kita lihat di film, tapi mungkin banyak dari kita yang belum sadar namanya. Apa tuh?
Yap, Over-the-Shoulder (OTS) Shot.
Apa itu Over-the-Shoulder (OTS) Shot?
Over-the-Shoulder (OTS) adalah teknik pengambilan gambar yang dilakukan dari belakang bahu seorang objek, sehingga hanya sebagian bahu atau kepala objek itu yang terlihat. Fokus utama tetap berada pada subjek kedua atau sesuatu yang ada di depan objek. Teknik ini bikin penonton merasa seolah melihat dari sudut pandang karakter tersebut. Biasanya, teknik ini dipakai buat adegan percakapan atau interaksi antar karakter, karena bisa menampilkan ekspresi wajah dan posisi kedua karakter dalam satu frame. Oiya selain itu, OTS nggak harus selalu nunjukin orang. Bisa juga fokus ke apa yang dilihat objek itu, misalnya pemandangan, gadget, atau benda lain yang lagi diperhatiin karakter.
Nah trus, how to film an Over-the-Shoulder Shot?
Mulai dengan Two-Shot yaitu ambil adegan dengan dua karakter terlihat. Meskipun tidak selalu wajib, memulai adegan dengan two-shot bisa membantu penonton serta memperjelas siapa saja yang terlibat dalam percakapan.
Tentukan posisi kamera terbaik. Umumnya, OTS diambil dari bahu karakter yang tidak terlihat di layar. Tetapi bisa juga dikreasikam sesuai adegan dan pesan yang ingin disampaikan. Misalnya, jika karakter depan memegang senjata, posisi kamera bisa digeser ke over the hip shot, yaitu menampilkan pinggul karakter depan daripada bahu atau kepala.
Atur posisi karakter, tentukan seberapa banyak karakter depan yang terlihat di frame. Pastikan mata karakter belakang sejajar dengan kamera, agar fokus penonton tetap pada karakter utama ya gens
Ambil reverse shot. Dalam film, OTS sering digunakan dalam shot-reverse-shot, yaitu bergantian menampilkan perspektif masing-masing karakter atau POV saat berbicara. Maksudnya gimana tuh? Misal, bayangin ada dua orang lagi ngobrol di film. Kamera pertama menempatkan OTS di belakang bahu orang A, jadi penonton melihat orang B dari sudut pandang A. Nah, begitu orang B mulai ngomong, kamera pindah ke belakang bahu orang B, nunjukin orang A dari perspektif B. Pastikan jarak dan sudut kamera konsisten antara dua shot.
Okei, gimana, sudah paham kan gens? Kalau yang ikut IT Corner hari ini sih sudah pasti paham dan sudah coba praktek langsung. Kalian jangan lupa coba sendiri juga yaa, see you next week!!

