Prinsip dalam Animasi

Dalam artikel berikut ini, saya akan mengulas kembali tentang materi yang saya catat selama 4 minggu ini di ektrakurikuler IT CLUB SMAN 20 Surabaya ini. Pertama saya mendapatkan materi tentang animasi. Jika berbicara tentang animasi, tentu tak lepas dari prinsip di dalamnya. Untuk menjadi seorang animator tentu saja kita harus mengetahui dengan jelas apa saja prinsip animasi yang menjadi acuan dalam membuat animasi. Karena animator harus memiliki kemampuan me-capture moment ke dalam tuntutan gambar sehingga menjadi hidup. Nah, maka dari itu saat membuat gambar menjadi hidup tentu harus mengetahui prinsip animasi terlebih dahulu. Berikut ini adalah 12 Prinsip Animasi :

 

  1. Solid Drawing

Dasar utama tentang animasi adalah menggambar. Menggambar memiliki peranan dalam sebah animasi, khususnya animasi klasik di tinjau dari proses ataupun hasilnya.

 

  1. Timing & Spacing

Timing yaitu ketika animator menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus dilakukan. Sedangkan Spacing yaitu menentukan percepatan dan perlambatan dari bermacam-macam gerak.

 

  1. Squash & Stretch

Prinsip ini mengupayakan efek lentur pada karakter seolah-olah memuai dan menyusut sehingga memberikan kesan/efek yang lebih hidup. Penerapan prinsip ini juga memberikan efek dinamis terhadap gerakan sebuah karakter atau benda hidup.

 

  1. Anticipation

Prinsip ini bisa dikatakan sebagai persiapan gerak atau ancang-ancang.

 

 

 

  1. Slow In & Slow Out

Prinsip ini menegaskan bahwa setiap gerakan memiliki kecepatan dan kelambatan yang berbeda. Slow In terjadi jika sebuah gerakan diawali secara lambat kemudian menjadi cepat. Sedangkan, Slow Out terjadi jika sebuah gerakan yang relatif cepat kemudian lambat.

 

  1. Arcs

Sistem pergerakan karakter yang ada biasanya bergerak mengikuti pola atau dikenal dengan Arch.

 

  1. Secondary Action

Prinsip ini dibuat untuk memperkuat gerakan pertama agar terlihat lebih realistis. Kemunculannya berfungsi memberikan emphasize yang tidak dimaksudkan menjadi pusat perhatian.

 

  1. Follow Through & Overlapping Action

Follow Through bisa digunakan untuk membuat bagian tubuh tertentu tetap bergerak meskipun sebuah karakter berhenti bergerak. Sedangkan, Overlapping Action bisa dianggap sebagai gerakan saling-silang ( gerakan yang saling mendahului (overlapping) ).

 

  1. Straight Ahead & Pose to Pose

Straight Ahead membuat animasi dengan cara menggambar satu per satu dan dilakukan seorang diri oleh animator. Sedangkan, Pose to Pose adalah pembuatan animasi yang dikerjakan hanya dengan menggambar keyframe-keyframe tertentu saja.

 

  1. Staging

Prinsip ini meliputi bagaimana lingkungan dibuat untuk mendukung suasana atau “mood” yang ingin dicapai dalam sebagian atau keseluruhan scene.

 

  1. Appeal

Setiap animasi atau studio animasi memiliki gaya visualnya masing-masing. Hal ini karena mereka mampu memiliki appeal atau gaya tersendiri dalam pembuatan karakter animasi.

 

  1. Exaggeration

Prinsip ini mengupayakan untuk mendramatisir animasi dalam bentuk rekayasa gambar yang hiperbolis di mana pembuatannya dilakukan untuk keperluan komedik.

 

 

Kedua, saya mendapatkan materi tentang Jenis Animasi. Biasanya animator membuat satu per satu gambar yang membentuk satu rangkaian gerak. Namun, dengan perkembangan teknologi memudahkan para animator dalam membuat animasi, bahkan animasi dapat terlihat sangat nyata dengan bantuan komputer. Berikut ini adalah 5 Jenis Animasi :

 

  1. Animasi Tradisional

Animasi Tradisional seringkali disebut juga sebagai animasi di gambar tangan ( hand-drawn animation ) atau cel animation. Di abad 20, banyak animasi yang dimulai dari animasi tradisional ini. Jadi ribuan gambar dilukis dengan menggunakan kertas-kertas yang setiap kertasnya memiliki pergerakan objektif sedikit demi sedikit. Animasi Tradisional memerlukan kemampuan artistik dari pelukisnya dan memiliki banyak jenis gambarnya juga.

 

  1. Animasi 2D

Meskipun Animasi 2D sebenarnya juga bisa dilakukan dengan cara tradisional, namun Animasi 2D sudah termasuk dalam kategori komputer animasi berbasis vektor. Hasil jadi dari Animasi 2D ini biasanya disebut kartun, yang berarti gambar

 

oleh Aurelia Rafa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *